header-int

Perkembangan Partisipasi Masyarakat Dalam Pemilu

Rabu, 19 Sep 2018, 09:56:05 WIB - 111 View
Share
Perkembangan Partisipasi Masyarakat Dalam Pemilu

Bappeda Pamekasan - Dalam Seminar yang dilaksanakan oleh Bidang Litbang Bappeda Pamekasan bekerjasama dengan LPI Universitas Airlangga menghadirkan dua Tim Peneliti dari LPI Universitas Airlangga, yaitu Prof Dr Bagong Suyanto dan Dr Septi Ariadi MA. Seminar yang dilaksanakan pada Selasa (18/9) di Ruang Aula Bappeda Pamekasan yang didapatkan hasil bahwa sebagian besar warga Pamekasan telah memiliki kedewasaan berpolitik yang tinggi. Indikasinya mereka menilai biasa saja jika dalam satu event politik kandidat pilihannya kalah pada kandidat lain. Dalam hal lain animo masyarakat dalam menyikapi pemilu cenderung bagus, misalnya tingkat kehadiran ke Tempat Pemungutan Suara yang sangat tinggi.


Seminar yang dihadiri oleh Pimpinan Partai Politik, Perguruan Tinggi, LSM, Pers, KPU, Panwaslu, Pimpinan SKPD terkait serta para Camat menghasilkan Indikator lain bahwa tingkat kedewasaan politik warga Pamekasan sudah sangat tinggi ditandai dengan lancarnya pelaksanaan pemilu kepala daerah (Pilkada) serentak yang baru saja selesai dan minimnya pelanggaran yang muncul. Sebagian besar masyarakat juga mengaku puas atas pelaksanaan beberapa kali pemilu yang telah berjalan di Pamekasan selama ini.


Aspek lain yang menarik dari hasil penelitian ini adalah masyarakat dalam menentukan pilihan atas kandidat calon kepala daerah maupun calon anggota legislatif bukan karena faktor partai, namun yang lebih dominan masalah kesamaan agama dan ideologi.

Seperti dilansir Global News, isu yang menjadi keinginan masyarakat dan harus diperhatikan kepala daerah yaitu masalah kemiskinan, penganguran dan kesempatan kerja. Karena itu sebagian besar masyarakat menginginkan agar kepala daerah atau anggota dewan terpilih harus turun kemasyarakat memberikan ruang partisipasi dan menyerap aspirasi bagi masyarakat.


Dalam sesi tanya jawab, Muhammad Munif, salah seorang peserta seminar menilai persoalan politik krusial di masyarakat bukan soal partisipasi, namun soal moralitas. Dia melihat masyarakat kini sudah sangat pragmatis materialis dan mengukur segala sesuatunya dengan uang.
“Dalam penelitian ini kurang terungkap dengan gamblang tentang money politik. Money politik dalam pemilu sudah kronis. Itu yang menurut saya harus diungkap secara terbuka dan dicarikan solusinya. Money politik bukan hanya pilihan strategi oleh kandidat namun sudah menjadi watak masyarakat pemilih secara umum, mau pilih kalau ada uang,” tandasnya seperti dilansir Global News.

 

News Team Bappeda

Unidha
© 2018 Bappeda Kabupaten Pamekasan Bappeda Kabupaten Pamekasan : Facebook Twitter Linked Youtube